Sepang Berakhir! Alex Marquez Menggila, Yamaha “Sembuh”, dan Aprilia Cetak Sejarah Baru

Sepang Test

Ginza-motor.com – Tes Pramusim Sepang 2026 resmi ditutup pada Kamis (5/2). Setelah tiga hari yang penuh drama—mulai dari rekor waktu yang pecah hingga garasi yang sempat tertutup rapat—akhirnya kita punya gambaran kasar siapa yang bakal jadi “monster” di musim ini.

Kejutan datang dari berbagai sisi. Ada yang makin kokoh, ada yang baru menemukan ritme, dan ada yang masih harus lembur kerja keras. Yuk, kita bedah poin-poin penting dari hari terakhir di Malaysia!

Alex Marquez (BK8 Gresini Racing)

Alex Marquez: Sang Penguasa Sepang

Lupakan sejenak status Runner-Up musim lalu, karena Alex Marquez (BK8 Gresini Racing) tampil seperti calon juara dunia sejati. Alex sukses mengunci posisi teratas dengan catatan waktu monster 1 menit 56,402 detik! Nggak cuma jago cari satu putaran cepat, Alex juga jadi yang tercepat dalam simulasi Sprint Race. Konsistensinya ngeri, Sob!

Marc Marquez (Ducati Lenovo Team)

Drama Duo Lenovo: Marc Marquez “Cium” Aspal

Di kubu tim pabrikan Ducati, sang juara bertahan Marc Marquez sempat mengalami kecelakaan pertamanya musim ini di Tikungan 1 saat sedang asyik menguji paket aero 2026. Untungnya, The Doctor baik-baik saja.

Sementara itu, Pecco Bagnaia justru terlihat sangat pede. Pecco mengaku jauh lebih nyaman dengan motor tahun ini dibanding tahun lalu. Menariknya, dalam simulasi Sprint, Pecco ternyata sedikit lebih unggul dibanding Marc. Duel internal ini bakal panas banget!

Marco Bezzecchi (Aprilia Racing)

Bezzecchi & Aprilia: “Pecah Telur” di Bawah 1:57

Aprilia Racing boleh tersenyum lebar. Marco Bezzecchi tampil luar biasa dan membawa RS-GP untuk pertama kalinya menyentuh angka 1 menit 56 detik di Sepang. Ini prestasi besar, mengingat Sepang biasanya jadi “medan perang” yang sulit buat pabrikan Noale. Inovasi aero di bagian jok mereka sepertinya benar-benar membuahkan hasil.

Jack Miller (Prima Pramac Yamaha)

Kabar Baik: Yamaha Kembali Beraksi!

Setelah kemarin sempat bikin fans senam jantung karena absen total, mesin V4 Yamaha akhirnya kembali meraung! Direktur Teknis, Max Bartolini, mengaku timnya begadang semalaman demi memecahkan misteri masalah mesin mereka. Alex Rins jadi wakil Yamaha terbaik di posisi ke-14, disusul Jack Miller dan si rookie fenomenal Toprak Razgatlioglu di posisi 18 dan 19. Meski masih di papan bawah, kembalinya mereka ke lintasan adalah kemenangan tersendiri.

Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing)

Honda & KTM: Progres yang Menjanjikan

  • Honda: Meski sempat kesulitan karena grip yang rendah pasca hujan, Honda tetap pulang dengan kepala tegak. Joan Mir berhasil mengamankan posisi ke-5 secara keseluruhan. Kabar baiknya, Honda sudah menemukan upgrade mesin yang pas sebelum masuk masa homologasi.
  • KTM: Persaingan internal KTM ketat banget! Pedro Acosta dan Maverick Vinales cuma selisih 0,010 detik saja. Vinales bahkan sudah mantap dengan set-up motornya dan siap tempur di seri pembuka Thailand nanti.
Diogo Moreira (Pro Honda LCR)

Rookie Watch: Diogo Moreira Makin Nyetel

Si anak baru asal Brasil, Diogo Moreira, mengaku cukup lelah setelah total enam hari pengujian (termasuk Shakedown). Tapi, senyumnya tetap lebar karena dia merasa sangat cocok dengan sistem pengereman Honda. Juara dunia Moto2 ini sepertinya sudah menemukan “setelan dasar” yang bikin dia makin pede.

Ducati masih memegang standar tertinggi, tapi Aprilia dan Honda sudah mulai memangkas jarak secara signifikan. Yamaha masih punya PR besar di daya tahan mesin V4 mereka, sementara KTM terlihat paling siap dari segi stabilitas pembalap.

Leave a Reply