
Ginza-motor.com – Ajang legendaris Suzuka 8 Hours 2025 dipastikan akan jadi lebih istimewa tahun ini. Pasalnya, Yamaha Motor Co., Ltd. resmi memperkenalkan livery merah-putih klasik untuk motor balap YZF-R1 milik tim pabrikan mereka, dalam sesi uji coba tertutup pada 3–4 Juli lalu.
Corak merah-putih ini bukan sembarang desain. Warna tersebut punya sejarah panjang dan penuh makna bagi Yamaha. Pertama kali diperkenalkan pada motor balap mereka tahun 1964, livery ini mulai dikenal luas saat digunakan pada YZR500 (0W20) di musim penuh pertamanya dalam kejuaraan dunia 500cc tahun 1973. Sejak itu, warna merah-putih menjadi simbol kejayaan dan semangat pantang menyerah Yamaha di dunia balap.
Tahun ini, untuk memperingati ulang tahun ke-70 Yamaha Motor, serta kembalinya tim pabrikan ke Suzuka 8 Hours setelah enam tahun absen, corak legendaris ini hadir kembali—namun dengan sentuhan modern.

Angkat Desain Klasik, Beri Sentuhan Masa Kini
Desain livery tahun ini mengadopsi tampilan motor YZF-R7 tahun 1999, lengkap dengan blok kecepatan khas Yamaha yang diperbarui. Perpaduan gaya retro dan elemen desain modern ini tampil menyatu pada YZF-R1 2025. Bukan cuma motornya saja yang tampil spesial, seluruh elemen tim—mulai dari jaket kulit para rider, seragam kru, hingga garasi pit—dikemas dalam nuansa merah-putih yang serasi.
“Saya sudah beberapa kali membalap dengan livery spesial, tapi kali ini terasa berbeda. Warna-warna ini punya makna besar. Rasanya ada beban tanggung jawab, tapi juga kebanggaan. Saya ingin memberikan hasil terbaik di Suzuka,” ujar Katsuyuki Nakasuga, pebalap veteran Yamaha.
Rekan satu timnya, Jack Miller, juga antusias mengenakan seragam merah-putih ini, apalagi di momen ulang tahun ke-70 Yamaha.
“Bagi saya, ini seperti mimpi. Saya langsung teringat Agostini dan kemenangan legendaris Yamaha di tahun 1975. Membalap di Suzuka dengan warna ini adalah kehormatan luar biasa,” katanya.
Sementara Andrea Locatelli menyebut balapan ini akan jadi salah satu momen paling spesial sepanjang kariernya.

YZF-R7: Mesin Bersejarah, Inspirasi yang Tak Pernah Padam
Di balik desain livery ini, tersimpan pula cerita dan kenangan mendalam. Wataru Yoshikawa, Manajer Tim Yamaha, sekaligus sosok yang ikut mengembangkan YZF-R7 di masa lalu, mengenang momen saat motor tersebut jadi tonggak penting Yamaha di dunia balap.
“YZF-R7 adalah motor balap injeksi bahan bakar pertama Yamaha. Dulu saya ikut menentukan struktur rangkanya. Di awal musim kami kesulitan, tapi akhirnya berhasil menjadi juara. Warna merah-putih itu selalu jadi sumber motivasi bagi saya,” kenangnya.
Yamaha terakhir kali turun di Suzuka 8 Hours dengan tim pabrikan pada 2019. Tahun ini, mereka kembali dengan semangat baru, tampilan klasik, dan tekad kuat untuk meraih kemenangan.
Suzuka 8 Hours 2025 akan jadi lebih dari sekadar balapan—ini adalah perayaan sejarah, semangat, dan dedikasi 70 tahun Yamaha di dunia motorsport. Dan dengan livery merah-putih yang legendaris kembali mengaspal, kita tahu satu hal pasti: Yamaha datang bukan hanya untuk tampil, tapi untuk menang!