Misteri Velg Pecah Marc Marquez di Buriram Terungkap: Gara-Gara Kerb “Jahat” dan Cuaca Ekstrem Thailand!

Ducati GP26 Marc Marquez mengalami kerusakan pada bagian velg dan ban belakang

Ginza-motor.com – Kekalahan Marc Marquez di GP Thailand 2026 kemarin bukan cuma soal performa, tapi murni karena nasib sial bin apes. Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, akhirnya buka suara soal penyebab utama Marquez terpaksa menepi di lap ke-21. Ternyata, velg motor Desmosedici miliknya pecah berantakan setelah menghantam kerb di Tikungan 4!

Benturan Keras di Tikungan 4

“Sayangnya, Marc menabrak kerb di Tikungan 4 dan velg-nya langsung pecah,” ungkap Tardozzi. Benturan itu begitu keras sampai tekanan udara di dalam ban hilang seketika. Marquez yang saat itu sedang berjuang memperebutkan posisi podium pun nggak punya pilihan lain selain menyerah dan masuk pit.

Tardozzi juga membela Marquez dengan menyebut ini adalah ketidakberuntungan yang hakiki. “Banyak pebalap lain yang keluar jalur di titik yang sama, tapi cuma Marc yang velg-nya sampai pecah. Benar-benar apes,” tambahnya.

Faktor Cuaca: Material Velg Jadi “Lembek”?

Bos Michelin, Piero Taramasso, memberikan penjelasan teknis yang masuk akal soal fenomena ini. Ternyata, cuaca ekstrem yang super panas di Buriram bikin material velg jadi lebih lunak dan rentan rusak.

  • Material Melunak: Panas yang luar biasa bikin logam velg kehilangan kekakuannya.
  • Kerb Agresif: Desain kerb di Sirkuit Chang memang terkenal “galak” dan nggak ampun kalau dihantam motor dengan kecepatan tinggi.
  • Kejadian Berulang: Ternyata Jorge Martin juga mengalami hal serupa di sesi sebelumnya, bedanya ban Martin kempis pelan-pelan (slow leak), sementara ban Marc langsung habis udara seketika.

Runtuhnya Dinasti Ducati di Buriram

Gara-gara insiden ini dan performa tim lain yang lagi “gacor”, sejarah baru tercipta. Rentetan 88 podium berturut-turut Ducati resmi terputus! Sejak GP Inggris 2021, inilah kali pertama tidak ada satu pun motor Ducati Desmosedici yang nangkring di podium hari Minggu.

Podium justru disapu bersih oleh:

  1. Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) – Juara pertama.
  2. Pedro Acosta (KTM) – Juara kedua.
  3. Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) – Juara ketiga.

Pebalap Ducati paling kencang pun, Fabio Di Giannantonio, tertinggal jauh lebih dari 15 detik di belakang sang pemenang.

Pelajaran Berharga buat Seri Selanjutnya

Insiden velg pecah ini jadi peringatan keras buat tim teknis bahwa faktor cuaca dan desain lintasan bisa jadi musuh tak kasat mata selain lawan di sirkuit. Bagi Marc Marquez, ini adalah akhir pekan yang harus segera dilupakan supaya bisa fokus ke seri berikutnya.

Leave a Reply